Index Labels

Cerita Dari Ranah Pertiwi

. . Tidak ada komentar:
Oleh : Dwi Novi Antari (Magentha Az-zahra) dari FLP Kota Metro



Ada banyak rupa tingkah manusia dinegri ini. Yang kadang membuat terpingkal melihatnya, kadang pula bersedih, gembira, namun akhir-akhir ini ada yang membuat menangis atau tepatnya tak habis pikir. Tau kah? tentang kabar tragis bocah-bocah tak bersalah yang hidupnya habis ditangan orangtuanya sendiri. Sungguh kehabisan kata jika menyoal ini, yang terus saja ada serupa tiap hari dalam acara berita. Siapa sangka Orangtua tega membantai anaknya sendiri hanya karena urusan perut, urusan ekonomi, lebih parah urusan kesugihan. Lebih sering menyeka air mata dan menahan amarah jika menatap layar kaca, berbagai media cetak juga, yang beritanya kian hari kian membuat riskan. Tentang segelintir orangtua yang mulai terkuak macam rupanya.


Jika dirunut kebelakang, bukankah dulu pinta mereka agar diamanahi buah hati agar lengkap hidup berkeluarga mereka. Lalu? mudah sekali mengingkari amanah yang diberi, dalam hitungan detik pula semuanya diakhiri.

Bocah lima tahun, meregang nyawa ditangan bapaknya hanya untuk tumbal kesugihan. Apa lagi ini? merinding mendengarnya. Anak adalah anugrah, kekeyaan yang tak ternilai. Dimana kesadarannya saat akan melakukan itu? membuat anak kecil menagis saja benar-benar kesalahan fatal, apalagi sampai melukai bahkan membunuhnya, bisikan setan? ajakan ghoib? hasutan iblis? godaan jin? Ada-ada saja alasan tak masuk akal. Dijaman serba teknologi begini, masih ada yang percaya hal-hal seperti ini, pesugihan dengan tumbal nyawa keluarga. Bukan hal yang mengejutkan, yang disayangkan kenapa tega berbuat sedemikian kejam dalam keadaan sadar. Sekelumit tanda tanya betebaran dipikiran.

Lain lagi, dua anak kecil digorok ibunya karena merengek minta uang jajan. Sang ibu geram, tak punya uang untuk diberi pada sang anak. Apa daya jika urusan ekonomi dibawa-bawa tak kan ada jalan keluarnya kecuali bisu membeku, diam tanpa ucapan. Kambing hitamnya selalu ekonomi, uang, kelas sosial, padahal rezeki itu sudah ditebar dijagat muka bumi ini, hanya saja jika usaha sudah maksimal jangan lupa soal sabar. Pada titik ini kedewasaan sikap orangtua harusnya lebih tinggi ketimbang bayang-bayang masalah yang seabrek. Memberi pengertian pada anak harus luwes, agar tak berujung penyesalan. Ekonomi memang menjadi ujung tingkatan tertinggi bunuh diri dan pembunuhan di Tanah Air ini tapi tidak lantas menyurutkan kesadaran pada hakikat kehidupan, berjuang. 


Anak-anak yang belum mengerti arti kehidupan pun akhirnya yang jadi korban rapuhnya perjuangan orangtuanya sendiri. Kedekatan, keterbukaan antara anak dan orangtua memang penting dijalin. Sebagaimana dijaman serba canggih ini, peran orangtua kadang tergadai dengan teknologi dan juga kesibukan. Yang penting sebenarnya adalah meredam emosi, orangtua harus memahami dan mengerti prilaku dan sifat anak-anaknya, jangan sampai salah paham terjadi dan membuahkan pukulan tangan atau hal-hal yang bersifat meyakitkan.

Negriku ini, kenapa jadi banyak yang tak wajar, orangtua geram anak jadi sasaran. Orangtua ngamuk anak digebuk. Orangtua yang masih berada dalam garis ketidakmengertian... Ranahku ini, ranah beraneka cerita. Dari orangtua yang tak kuat melawan derita, hingga yang hilang di kuncup usia. Dari orangtua yang kehilangan peka, sampai anak belia yang kehilangan nyawa.

Kembali lagi pada Ibu Pertiwiku, apa daya hanya hening beriring doa . Tapi jangan lantas Engkau bersedih, itu hanya sebagian polemik kecil dari Kisahmu, masih banyak dan sangat banyak Orangtua yang berada dibatas kemengertian, yang tau makna besar sebuah anugrah.
--------
sipjozz.com menerima tulisan anda ... tanpa merubah isi , makna, identitas penulis.. trims =))

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan kirim komentar Anda dengan baik dan benar sesuai Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Sekian dari saya yang ganteng dan imut ini, jika ada salahnya mohon dimaafkan dan jika ingin mengkopi tulisan di blog ini silahkan mencantumkan link blog saya. Trims

Follow

Our Fanspage

Contact Admin